Posted in Kumpulan Cerita Novel dan ISlam

Luruhnya Hati Para Misionaris


Luruhnya Hati Para Misionaris
Abu Bakar Mawaybiyu Manta Ketua Uskup Tanzania

Memang, bukan barita baru jika para penginjil, yang sebelumnya banyak memurtadkan orang islam, kini menjadi muslimah sejati. Tetapi, kisah mengenai mereka,terutama cerita mengenai bagaimana mereka memperoleh hidayah Allah SWT, tetap menyentuh qalb. Mereka begitu tulus dan benar-benar mendapat petunjuk dari Allah SWT. Tidak ada sedikitpun keiginan untuk terkenal atau mendapat jabatan yang enak dalam masyarakat, karena keputusan mereka masuk islam justru menjauhkan mereka dari tujuan-tujuan Dunia. Berikut ini petikan Kisahnya

Abu Bakar Mawaybiyu Manta Ketua Uskup Tanzania

Suatu hari, Ayahq berkata, ” Anakku,sebelum aku mati, aku senang jika engkau menjadi pendeta”. Maka, Aku memupus semua cita-citaku yang ku pupuk sejak kecil dahulu yaitu menjadi seorang tentara. Untuk mewujudkan impian Ayah pada tahun 1964 aku pergi ke inggris untuk mendapatkan diploma di bidang theologi Kristen. Kemudian ke Jerman, Untuk menjadi Uskup, pejabat tinggi kristen katolik, di sebuah wilayah yang di angkat langsung oleh pemimpin Tinggi Gereja katolik Roma, Sri Paus. semua itu aku lakukan dengan taat, hingga aku diangkat oleh Sri paus menjadi kepala uskup di Tanzania.

Pertanyaan muncul ketika aku ingin meraih gelar doktor. Di dunia ini ada beberapa agama, diantaranya Masehi( Kristen Katolik), Islam, Yahudi, dan Buddha. semua mengeklaim kalo hanya agamanyalah yang hakiki? Aku teliti semua Agama Saat aku membuka AL-Quran, aku menemukan ayat yang sungguh-sungguh merontokan keKristenanku. ” Katakanlah bahwa Tuhan itu Esa. Allah tempat segala sesuatu bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakan, dan tidak ada satupun yang Menyekutukan-Nya” inilah saat pertama kalinya aku mengetahui hakikat Islam. Sebelumya, agama ini asing bagiku. Lalu aku membuat surah ini sebagai kesimpulandalam disentrasi doktoralku. Saat itu aku tidak perduli apakah mereka akan memberigelar doktor atau tidak. Aku juga menegaskan, inilah hakikat islam yang sebenarnya.

Lalu aku menemui guru besarku Van Burger, aku bertanya, ” Dari semua agama manakah agama yang paling benar?” ia menjawab ISLAM. Aku terkejut dan bertanya kembali, ” “Mengapa Anda tidak menjadi seorang muslim?’ dengan santai ia menjawab, ” pertama saya benci orang arab, Kedua apakah anda melihat kemewahan yang saya miliki? Apakah anda yakin qlo saya akan meninggalkan kemewahan ini demi Islam” Aku berfikir memang hal yang mustahil jika VAn Burger akan meninggalkan kemewahan gereja yang telah diberikan kepadanya. Sejak saat itu surah Al-Ikhlas itu selalu tergiang hingga terbawa dalam tidurku, aku sering ditemui orang berpakaian putih,khususnya pada hari jum’at.

Aku tidak sanggup lagi menahan gejolak batin ini. Maka, pada awal tahun 1986 aku USkup MArtin John Mawaybiyu, mengatakan dihadapan para jemaat bahwa aku telah meninggalkan agama Masehi dan memeluk Islam . Para jemaat sangat terkejut. Pembatun Uskup berdiri dari kursi, menutup semua pintu dan jendela. Ia menegaskan kepada para anggota gereja bahwa Uskup gila. tapi mereka heran, “Bagai mana ia gila, padahal sebelumnya ia memaikan alat musik sampai mengharukan perasaan para jemaat gereja ! Mungkinkah dia terpengaruh dukun yang ada di Afrika?” Maka sepontan aku menjawab, ” tidak, saya yakin mimpi ini membawa kebenaran. Dan ini yang menjadikan saya masuk Islam.

Akhirnya gereja menarik semua harta kekayaanku. Istri dan anak-anakku pun pergi meninggalkanku. Sementara orang tuaku segera memerintahkanku segera menentang Islam. Begitulah ketika aku benar-benar seorang diri. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, aku segera akat kaki menuju kabila, sebuah kota di perbatasan Tanzania dan Malawi. Diperjalanan aku menyempatkan diri ke Brusel. Disinilah Alllah menakdirkan aku bertemu istri masa depanku. Tadinya dia juga seorang pendeta katolik bernama Jirtarud Kibuba, setelah masuk islam ia bernama Zaenab. Ketika ia masih menjadi pendeta ia suka memakai kalunhg salib . Aku bertanya ” mengapa engkau memakai kalung yang ada salibnya? Ia menjawab ” karena Isa Almasih disalib”, “Bagai mana jika engkau ditanya, kalu ada yang membunuh ayahmu dengan pedang apakah engkau akan membawa pedang itu didadamu?”

Maka pendeta wanita itu berfikir hingga akhirnya Ia menemukan jawabannya. Demikianlah aku dan Istriku pun hidup di Kabila dengan menempati rumah dari tanah, berbeda dengan rumah Uskup di Tanzania yang mewah. Aku berkerja sebagai pencari kayu dan bercocok tanam. Pada waktu tertentu aku mendakwahkan Islam secara terang-terangan. Hal inilah yang membawa tragedi tersndiri terhadap aku dan keluargaku. Aku di tangkap dan dipenjara dengan tuduhan tidak menghormati Nasrani. Alhamdulillah, seorang Syaihk yang aku hormati, Syaihk Ahmad Syehk, menjaminku sehingga aku dibebaskan.

Saifee Masjid in Tanzania

Kemudian ketika aku naik Haji pada tahun 1988, orang-orang membunuh bketiga buah hatiku, menurut laporan yang membunuh ketiga buah hatiku adalah pamanku sendiri. Ya Allah, Kepada-MU-lah aku berserah Harta dan Anak-anakku adalah titipan-Mu. Aku ikhlas, Aku tidak akan menukar keimananku dengan apapun di dunia ini……..

Wahai kaum muslim, ketahuilah,di sana ada perang terhadap Islam. Dan benteng terkuat bagi kita,umat Islam, tidak lain adalah Al-Quran dan Sunnah

Author:

slow but sure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s