Posted in Kumpulan Cerita Novel dan ISlam

Pengaruh Salinitas Terhadap Poecilia reticulata


I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Salinitas adalah jumlah kadar garam yang terdapat pada suatu perairan. Ikan seribu (Poecilia reticulata), merupakan salah satu ikan tawar yang banyak ditemukan di sekitar lingkungan, misalnya parit, sungai, dan lain sebagainya, sebab ikan tersebut dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Perbedaan antara ikan seribu jantan berada pada ukurannya. Ikan jantan memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan betina, selain itu ikan jantan memiliki aneka macam warna pada tubuhnya, dan memiliki bintik hitam seperti mata pada masing-masing sisi tubuhnya, sedangkan ikan betina tidak memilikinya (Gusrina, 2008).
Setiap ikan akan mengalami proses osmosis melalui insangnya, air secara terus menerus masuk kedalam tubuh ikan melalui insang. Proses ini secara pasif berlangsung melalui suatu proses osmosis yaitu, terjadi sebagai akibat dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya. Sebaliknya garam akan cenderung keluar. Dalam keadaan normal proses ini berlangsung secara seimbang. Peristiwa pengaturan proses osmosis dalam tubuh ikan ini dikenal dengan sebutan osmoregulasi. Tujuan utama osmoregulasi adalah untuk mengontrol konsentrasi larutan dalam tubuh ikan (Gusrina, 2008).
Masing-masing ikan memiliki kemampuan yang berbeda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Poecilita reiculata dapat hidup dengan ukuran salinitas tertentu, yaitu pada perairan dengan salinitas tinggi (air asin), hingga 150% salinitas normal air laut. Untuk membuktikan pada salinitas berapakah ikan seribu tersebut dapat bertahan hidup, maka praktikum ini dilaksanakan. Selain itu, P. reticulata dipilih sebagai sampel karena mudah ditemukan dan mudah untuk diamati pergerakkannya pada setiap salinitas yang berbeda.

B. Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh salinitas pada ikan seribu (Poecilia reticulata).

II. Bahan dan Metode

A. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum dilaksanakan pada tanggal 25 November 2010, pukul 12.00-14.00 WIB, bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Fakultas Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan antara lain 5 buah akuarium, pengaduk kaca, beaker glass 1000ml, timbangan digital, dan jaring ikan.
Bahan yang digunakan antara lain air keran, 50 ikan Poecilia reticulata, dan NaCl.

C. Metode
Disiapkan 5 buah akuarium, dan masing-masing akuarium diisi dengan 2 liter air. Pada akuarium A, digunakan sebagai perilaku kontrol, sedangkan pada akuarium B ditambahhkan NaCl sebanyak 2,5 gram, akuarium C ditambahkan dengan 3 gram NaCl, akuarium D ditambahkan NaCl sebanyak 5 gram, dan akuarium E diisi dengan 8 gram NaCl. Setelah ditambahkan NaCl, masing-masing akuarium yang berisi air dan NaCl diaduk dengan menggunakan pengaduk kaca. Langkah berikutnya, masing-masing akuarium diisi dengan 10 ekor ikan P. reticulata. Terakhir, masing-masing diamati selama 1 jam, setiap 15 menit diamati perilaku ikan tersebut dan dihitung ppm-nya.

Author:

slow but sure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s